Menu

Pohon Asam Jawa ( Tamarindus indica)

  • Kamis, 25 Mei 2023
  • 65533x Dilihat
Pohon Asam Jawa ( Tamarindus indica)

Pohon asam atau dalam bahasa latin dikenal sebagai Tamarindus indica L. juga dikenal sebagai asam jawa oleh masyarakat umum. Pohon ini mempunyai nama yang berbeda-beda pada tiap daerah. Misalnya di Aceh pohon ini dikenal sebagai bak mee,di Bali sebagai celagi, di Melayu sebagai asam Jawa, di Minangkabau sebagai cumalagi, dan di Bima sebagai mangga.

Selain itu masyarakat Makassar menyebutnya sebagai camba, di Dayak dan Ternate sebagai asam Jawa, di Madura sebagai acem, di Gorontalo sebagai asang jawi, di Sunda sebagai tangkal asem, di Sasak sebagai bage, di Barros sebagai saamba lagi, di Tanimbar sebagai sablaki, dan di wilayah Timor dikenal sebagai kanefo kiu.

Pohon asam mempunyai karakteristik tersendiri baik dari segi nama yang dikenal oleh masyarakat umum maupun ciri morfologinya. Karakteristik inilah yang menjadi pembeda ketika mengidentifikasi pohon asam. Batang pohon asam mempunyai ciri tumbuh tegak berkayu dengan warna cokelat muda dan berbentuk bulat. Sementara itu permukaan batang dari pohon asam adalah lentisel dengan sistem percabangan simpodial. Pohon asam terkenal mampu tumbuh hingga ukuran yang sangat besar dengan ketinggiannya bisa mencapai 25 hingga 30 meter. Daun pohon asam tumbuh secara berhadapan dengan bentuk majemuk tunggal dan lonjong. Ukuran daunnya memiliki panjang kurang lebih 1 cm sampai 2,5 cm dengan lebar antara 0,5 cm hingga 1 cm. Ujung dari daun pohon asam cenderung tumpul, sedangkan pangkalnya bulat. Tepian daun mempunyai jenis pertulangan menyirip rata dengan warna hijau.

Daerah asal pohon asam masih belum bisa dipastikan, namun kemungkinan besar berasa dari hutan sabana tropis Afrika. Tumbuhan asam berkembang dengan baik di daerah semi kering dan iklim muson basah dengan suhu maksimal hingga 47 derajat Celcius. Curah hujan yang cocok antara 500 hingga 15000 mm per tahun, namun masih dapat tumbuh pada curah hujan 350 mm per tahun meski kurang optimal. Sedangkan jika tumbuh di daerah bercurah hujan lebih dari 4000 mm maka pengbungaan dan pembuahan akan terhambat.

Pohon asam mempunyai banyak khasiat dan manfaat yang membantu kehidupan manusia. Bagian yang paling banyak dimanfaatkan adalah buah asam. Kebanyakan pemanfaatannya digunakan untuk mengatasi masalah kesehatan seperti Menurunkan kolesterol tinggi, mengurangi nyeri haid, mengatasi ambeien atau wasir, mengobati sariawan, menurunkan demam. Selain bermanfaat dalam hal kesehatan, pohon asam juga berfungsi sebagai tanaman peneduh yang biasa ditanam di tepi jalan.

Artikel Lainnya


Nagasari (Mesua ferrea L.)

Badung (Casearia flavovirens)

Sentul (Sandoricum koetjape)

Mundeh (Garcinia dulcis)